HomeKabar BintuniApa Saja Sumber Energi Indonesia?

Apa Saja Sumber Energi Indonesia?

Ilustrasi sumber energi. Foto: pixabay

Belum lama ini, berita tentang teknologi BBM menjadi gas menjadi sorotan utama dunia energi. Sorong adalah yang pertama mampu mengkonversi BBM menjadi gas melalui PT Malamoi Olom Wobok (MOW) Kabupaten Sorong. Hal ini memungkinkan listrik yang dihasilkan dari gas atau melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PTLMG).

Artinya, listrik tak hanya berasal dari batu bara saja. Listrik punya berbagai sumber yang di antara sumber tersebut punya dampak lingkungan yang minim. Lantas, apa saja sumber energi yang ada di Indonesia?

Umumnya, sumber energi ada dua, yakni energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Energi terbarukan adalah energi yang bersumber dari sumber daya terbatas. Salah satu contoh energi tak terbarukan adalah batu bara.

Energi tak terbarukan juga disebut sebagai energi fosil di mana jumlahnya terbatas dari dalam bumi dana kan habis pada waktunya. Contoh lain energi tak terbarukan adalah batu bara, minyak bumi, dan gas bumi.

Saat ini, pembangkit listrik di Indonesia didominasi oleh pembangkit listrik dengan energi tak terbarukan. Hal ini memiliki beberapa dampak dan persoalan, khususnya pada lingkungan. Selain khawatir sumber daya alamnya habis, energi tak terbarukan punya dampak lingkungan yang cukup berbahaya.

Mengutip data dari greenpeace, energi tak terbarukan yang digunakan sebagai pembangkit listrik mengumbang emisi karbon. Gas fosil misalnya, menyumbang ⅕ total emisi global. Gas fosil memiliki metana yang mana 30x lebih buruk dari C02.

Kemudian, batubara menyumbang 46 persen total emisi karbon. Selanjutnya, minyak bumi juga menyumbang emisi karbon bahkan kerap mengancam kehidupan biota laut dan perairan.

Lalu, bagaimana dengan energi terbarukan?

Sawit dan Energi Semu Terbarukan 

Energi terbarukan adalah istilah yang merujuk pada energi yang bersumber dari sumber daya yang tidak terbatas seperti panas bumi, matahari, angin, ataupun gerak air. Biasanya, energi terbarukan ditandai dengan kata ‘bio’ seperti biogas.

Namun, tak semua ‘bio’ merupakan energi terbarukan. Sebutlah salah satunya biofuel. Meski menggunakan kata bio yang terkesan ramah lingkungan dan hijau, biofuel memiliki kontroversi dalam hal kelestarian lingkungan.

Biofuel berasal dari ekstrak sawit yang lahannya kini merajalela di Indonesia. Saat ini, distribusi sawit di Indonesia paling banyak ditemukan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Misalnya, di Riau lahan sawit mencapai 1,231,614 hektare.

Ini yang disebut oleh greenpeace sebagai energi terbarukan semu karena lahan sawit mengancam luasan hutan yang ada. Dengan kata lain, meski menghadirkan sumber energi, sawit tidak ramah lingkungan.

Lantas, energi terbarukan yang seperti apa yang cocok di Indonesia? Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, ada 6 potensi energi terbarukan di Indonesia yakni panas bumi, hidro, bioenergi, bayu, surya dan samudera. 

Di antara 6 potensi tersebut, tenaga surya merupakan energi terbarukan yang paling berpotensial untuk dikembangkan di Indonesia. Peralihan sumber energi ke energi terbarukan menjadi penting mengingat isu krisis iklim semakin dekat.

Saat ini, produksi emisi GRK didominasi oleh sektor energi. Hal ini jika terus dibiarkan maka akan memicu kenaikan suhu bumi 1,5 celcius pada tahun 2030.

 

Sumber:
Greenpeace. 2021. Mengenal Kembali Sumber Energi Kita. 

MC Kab Sorong. 2021. PT MOW Sorong Jadi Pioner Gunakan Gas dari HSD. Infopublik 24 Oktober 2021.

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments