MANOKWARI — Tim Kuasa hukum keluarga Yanto Idoorway, Yohannes Akwan, meminta Kapolres Pegunungan Arfak tidak menyampaikan pernyataan yang berpotensi menggiring opini publik sebelum penyelidikan kematian kliennya selesai.
Menurut Yohannes, perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan sehingga seluruh pihak sebaiknya menunggu hasil autopsi dan proses pembuktian ilmiah sebelum menarik kesimpulan.
“Kapolres dan jajarannya harus menunjukkan empati kepada keluarga korban. Jangan sampai pernyataan yang disampaikan kepada publik justru membentuk opini ketika penyelidikan masih berlangsung.
Setiap pernyataan semestinya didasarkan pada bukti permulaan yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan asumsi,” kata Yohannes, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia meminta penyidik diberi ruang bekerja secara independen agar seluruh fakta dapat terungkap secara objektif.
Yohannes juga mengusulkan agar Kapolda Papua Barat mengambil alih koordinasi penanganan perkara dengan membentuk tim khusus yang terdiri atas penyidik Polda Papua Barat dan Polres Pegunungan Arfak.
Menurut dia, tim tersebut diperlukan untuk menjamin penyelidikan berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.
Selain itu, ia meminta seluruh informasi yang berkembang di masyarakat, termasuk dugaan korban sempat bertemu anggota kepolisian sebelum peristiwa maupun informasi mengenai dugaan bunyi tembakan, diverifikasi melalui penyelidikan yang profesional.
Menurut Yohannes, penyidik juga perlu menelusuri rangkaian peristiwa sejak korban meninggalkan rumah, lokasi korban dan rekan-rekannya bermalam, hingga perjalanan menuju tempat kejadian.
Ia mendorong pemeriksaan forensik digital terhadap telepon genggam korban dan para saksi, rekonstruksi berbasis dokumentasi serta pemodelan tiga dimensi (3D), dan olah tempat kejadian perkara ulang apabila diperlukan.
“Langkah-langkah tersebut penting agar penyebab kematian korban dapat diungkap secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Publik menunggu hasil penyelidikan yang profesional, transparan, dan sesuai hukum,” kata Yohannes.



