HomeKabar BintuniGesekan Bambu Picu Kebakaran di SP 2 Teluk Bintuni, Asap Pekat Campur...

Gesekan Bambu Picu Kebakaran di SP 2 Teluk Bintuni, Asap Pekat Campur Batubara – Warga Wajib Bermasker‎

TELUK BINTUNI – Kebakaran lahan terjadi di kawasan SP 2 Jalur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 17.30 WIT.

Api diduga muncul akibat gesekan rumpun bambu yang telah mati dan kering, yang kemudian membakar vegetasi di sekitarnya.
‎
‎Seorang warga setempat, Sarminto, menyebut kobaran api sempat membesar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan. Proses pemadaman berlangsung hampir satu jam.
‎
‎Komando Satgas Tanggap Darurat Bencana Alam Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Teluk Bintuni langsung mengerahkan 25 personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan pemadaman dan memastikan api tidak kembali meluas.
‎
‎Petugas melakukan pemadaman hingga titik api padam total dan terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api di tengah kondisi kering yang meningkatkan risiko kebakaran.
‎
‎Asap Makin Pekat, Warga Diwajibkan Pakai Masker
‎
‎Di tengah penanganan kebakaran tersebut, kondisi asap di Teluk Bintuni dilaporkan semakin pekat.
‎
‎Ketua Koordinator Satgas Karhutla Kabupaten Teluk Bintuni, Lasarus Patiran, mengatakan penggunaan masker kini wajib saat bepergian. Imbauan ini untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, terutama bagi warga dengan riwayat asma.
‎
‎”Masyarakat harus menggunakan masker kalau keluar rumah. Asap sekarang bukan hanya dari hutan terbakar, ada campuran batubara. Bagi yang sudah sakit, untuk sementara tinggal di rumah dulu,” kata Lasarus saat dikonfirmasi, Kamis (2/10/2026).
‎
‎Menurut Lasarus, pekatnya asap dalam beberapa hari terakhir lebih tebal dibanding sebelumnya. Petugas di lapangan mencatat titik asap bertambah dan jarak pandang menurun di sejumlah distrik.
‎
‎Satgas mengingatkan, asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 yang dapat masuk hingga ke paru-paru. Jika bercampur partikel batubara, risiko iritasi saluran napas, sesak napas, dan batuk akan jauh lebih tinggi. Kelompok rentan diminta tidak beraktivitas di luar ruangan.
‎
‎Pemerintah Teluk Bintuni juga meningkatkan layanan kesehatan dan mengimbau pemakaian masker, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan RSUD setempat.
‎
‎Pemerintah daerah mengimbau warga yang mengalami gejala sesak napas, mata perih berkepanjangan, atau batuk tidak kunjung reda untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.
‎
‎Warga diminta segera melapor jika menemukan titik api baru melalui Nomor Kotak Darurat Kebakaran Teluk Bintuni: 0852-4467-9265.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments