Teluk Bintuni, Papua Barat — Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sisar Matiti meminta Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui dinas-dinas teknis terkait segera melakukan investigasi terhadap rentetan getaran atau gempa yang dirasakan masyarakat selama lima bulan terakhir, sejak Januari hingga Mei 2026.
Getaran tersebut dilaporkan dirasakan warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Teluk Bintuni, terutama pada malam hari. Namun, masyarakat mengaku beberapa kejadian yang mereka rasakan tidak tercatat maupun diumumkan secara resmi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sehingga memicu keresahan dan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Bidang Advokasi dan Investigasi YLBH Sisar Matiti, Kaleb Erari, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menganggap remeh kondisi tersebut karena masyarakat membutuhkan kepastian dan penjelasan ilmiah.

“Kalau masyarakat berulang kali merasakan getaran, maka pemerintah wajib hadir memberikan penjelasan. Jangan sampai masyarakat hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian karena tidak ada informasi yang jelas. Kami semua merasakan sendiri getaran-getaran ini, namun tidak ada informasi dari BMKG, hal ini menimbulkan keresahan,” ujar Kaleb Erari kepada media, Kamis (15/5/2026).
Menurutnya, investigasi perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan BMKG, dinas teknis, ahli geologi, hingga pihak-pihak terkait lainnya guna memastikan sumber getaran yang dirasakan masyarakat.
YLBH Sisar Matiti juga meminta agar pemerintah membuka ruang komunikasi publik yang transparan sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak terjebak pada isu maupun rumor yang berkembang di media sosial.
“Kami meminta Pemda Teluk Bintuni tidak menunggu sampai terjadi hal-hal yang lebih besar. Jika memang ada aktivitas alam tertentu, maka masyarakat harus diberikan edukasi dan langkah mitigasi sejak dini,” tegasnya.
Selain itu, YLBH Sisar Matiti menilai penting adanya pemetaan wilayah yang terdampak getaran untuk mengetahui pola kejadian dan tingkat risiko yang mungkin muncul di kemudian hari.



