HomeKabar BintuniYohannes Akwan Minta Autopsi dan Rekonstruksi 3D untuk Ungkap Kematian Yanto Idorway

Yohannes Akwan Minta Autopsi dan Rekonstruksi 3D untuk Ungkap Kematian Yanto Idorway

MANOKWARI – Kuasa hukum keluarga almarhum Yanto Idorway meminta penyidik mengedepankan pembuktian ilmiah dalam mengungkap penyebab kematian korban. Menurut pihak keluarga, hasil autopsi akan menjadi kunci untuk memastikan apakah kematian tersebut terjadi secara wajar atau terdapat faktor lain yang masih perlu didalami.

Yohannes Akwan, S.H., M.A.P., salah satu kuasa hukum keluarga, mengatakan masih terdapat sejumlah hal yang perlu didalami penyidik jika dikaitkan dengan kondisi tempat kejadian perkara (TKP), karakter arus sungai, serta kondisi fisik korban saat ditemukan.

“Kami berharap hasil autopsi mampu menjelaskan penyebab kematian secara ilmiah. Ada sejumlah pertanyaan yang hanya dapat dijawab melalui penyelidikan yang profesional dan berbasis bukti,” kata Yohannes kepada wartawan.

Menurut dia, konstruksi perkara harus dibangun berdasarkan fakta dan temuan ilmiah, bukan sekadar asumsi. Oleh karena itu, seluruh proses penyelidikan perlu dilakukan secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Yohannes juga meminta Kapolres Pegunungan Arfak tidak terburu-buru menyampaikan dugaan ataupun kesimpulan kepada publik selama proses penyelidikan masih berlangsung.

“Perhatian publik terhadap perkara ini sangat besar. Karena itu, sebaiknya semua pihak menunggu hasil penyelidikan yang lengkap sebelum menyampaikan kesimpulan resmi. Hal ini penting untuk menjaga objektivitas proses hukum,” ujarnya.

Selain menunggu hasil autopsi, pihak keluarga meminta agar dilakukan rekonstruksi ulang di lokasi kejadian dengan memanfaatkan teknologi pemodelan tiga dimensi (3D). Menurut Yohannes, langkah tersebut dapat membantu penyidik memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi.

Ia juga meminta Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polda Papua Barat dilibatkan dalam olah tempat kejadian perkara guna memastikan seluruh bukti terdokumentasi secara menyeluruh dan akurat.

“Kami meminta rekonstruksi ulang di lokasi kejadian menggunakan teknologi tiga dimensi dengan melibatkan Inafis Polda Papua Barat. Langkah ini penting agar penyidik memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi,” katanya.

Yohannes berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, dan Pemerintah Kabupaten Manokwari dapat memberikan dukungan apabila diperlukan fasilitas teknis dalam pelaksanaan rekonstruksi tersebut.

Menurut dia, pengungkapan perkara yang berbasis pembuktian ilmiah merupakan bagian penting dalam mewujudkan kepastian hukum sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat mengenai penyebab kematian Yanto Idorway.

“Yang kami minta sederhana, yaitu penyelidikan yang objektif, profesional, dan berbasis pembuktian ilmiah agar penyebab kematian dapat diungkap secara terang serta memberikan kepastian hukum bagi keluarga maupun masyarakat,” kata Yohannes.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments